“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang- orang yang sabar”.
(QS Al-Baqarah [2]: 153)
Bersyukurlah bagi para suami yang sudah beristri (tentunya yang sah) terutama yang sudah memiliki anak, lebih khusus lagi yang memiliki kesempatan mendampingi istrinya ketika melahirkan. Para suami akan mendapatkan hikmah tentang makna kesabaran yang hakiki ketika menyaksikan istrinya berjuang dengan sekuat tenaga (bahkan nyawa) demi menghantarkan sang buah hati ke alam dunia.
Itulah sabar. Sebuah proses panjang yang penuh dengan ujian. Karena sabar adalah sebuah proses maka tidak ada istilah berhenti ditengah jalan. Sebagaimana seorang ibu yang mengalami prosesi melahirkan, tentunya ia tidak berhenti menghimpun tenaga sembari bermunajat kepada Allah Yang Maha Kuasa sampai tangis bayi terdengar di telinga.
Maka salah satu tabiat para Shabirin (orang-orang sabar) adalah mereka tidak sedetikpun menghentikan aktivitasnya dalam kerangka dzikrullah. Apakah aktivitas hati maupun aktivitas kelima indera. Para Shabirin sadar betul ketika ternyata jalan yang ditempuh itu panjang dan berkelok dan hanya ada satu kekuatan yang mampu memberikan kekuatan hingga sampai ke tujuan maka tiada lagi ruang dihatinya selain Allah Swt. Itulah sebabnya para ibu sering dianjurkan bertasbih, bertakbir menyebut asma-asma Allah Swt ketika dalam logika manusia sang ibu sudah tak berdaya.
Dari uraian singkat diatas, bisa disimpulkan bahwa sisi-sisi spiritualitas adalah mesin penggerak para shabirin dalam mengarungi segala ujian yang ditemukan dijalan hingga selamat sampai tujuan.
Selasa, 08 November 2011
Berhenti Itu Mati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Komentar :
Posting Komentar