Kamis, 15 Desember 2011

Pesona Durian dan Apel Washington


Pernah mendapatkan pesan seperti ini ?. “Awas !. Ini rahasia lho. Hanya kita berdua saja yang tahu”. Atau bahkan anda sendiri yang memberikan pesan itu ?. Hmmm...tidak perlu dijawab. Itu adalah rahasia anda.

Rahasia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti sesuatu yang sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang atau pihak lain. Sehingga saking rahasianya segala cara dilakukan untuk menjamin kerahasiaan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kata-kata atau sandi terntu yang tentu saja hanya bisa dimengerti oleh orang-orang atau pihak yang berkepentingan terhadap rahasia tersebut.

Dalam dunia intelijen atau peperangan sandi kerap kali digunakan untuk mengecoh dan mengelabui pihak lawan yang ingin mencuri atau meretas informasi penting yang tentu saja sifatnya sangat amat teramat rahasia sekali (lebay ah). Kemampuan dalam penguasaan informasi terlebih dalam dunia intelijen dan dalam situasi peperangan adalah tiket menuju kemenangan. Seperti apa yang dikatakan Alvin Toffler, penulis buku Gelombang Ketiga, Toffler mengatakan bahwa siapa saja yang lebih dulu menguasai informasi maka dialah yang lebih dulu menguasai dunia.

Dari Alvin Toffler kita beralih ke Windtalkers. Windtalkers bukan penulis buku tapi salah satu judul film. Apakah anda pernah menonton Windtalkers ?. Sudah atau belum jawaban anda, lagi-lagi biarlah itu menjadi rahasia anda.

Windtalkers, film berlatar Perang Dunia II antara Amerika dan Jepang ini adalah salah satu film kesukaan saya. Yang menarik bagi saya dari film ini bukanlah karena aktor utamanya, Nicolas Cage atau adegan tembak-tembakan, suara bom yang bergemuruh dan peluru-peluru yang dimuntahkan dari senapan. Bagi saya, pemilihan dan proses encoding dan decoding pesan yang menggunakan bahasa Indian dari suku Navajolah yang membuat film ini cukup menarik. Bagaimana Ben Yahzee yang diperankan oleh Adam Beach, salah satu pemuda dari Suku Navajo yang ditugaskan sebagai encoder dari bahasa Inggris ke bahasa Navajo, dalam suasana yang berkecamuk mampu mengirim pesan yang efektif kepada rekannya yang bernama Whitehorse yang bertugas melakukan decoding dari bahasa Navajo ke bahasa Inggris di markas kendali. Dengan cara seperti ini, tentara Jepang tidak mampu memahami bahasa yang digunakan duo Navajo tersebut walaupun frekuensi radio milik Amerika tertangkap oleh tentara Jepang. Singkat kata, tujuan penggunaan sandi atau pesan rahasia oleh duo Navajo itu berhasil dan tidak bisa diretas oleh pihak luar.

Ternyata sandi dan pesan rahasia bukan hanya konsumsi para intelijen dan talkcoder semata. Di dunia kriminal, penggunaan sandi dan kata-kata rahasia menjadi sarana utama mereka untuk mencapai tujuannya. Pernah dengar nama-nama seperti Anggodo Widjojo, Ong Yuliana Gunawan ?. Kedua nama itu terkenal ketika rekaman percakapan mereka yang disadap, diputar dipersidangan MK ketika kasus Cicak Vs Buaya mencuat. Dalam percakapan itu ditemukan beberapa kata sandi untuk mengkamuflasekan maksud tertentu. Seperti kata durian yang disebut beberapa kali. Durian sendiri diidentikan sebagai imbalan atau uang terima kasih kepada seseorang yang dalam konteks kasus itu adalah AH. Ritonga, mantan Wakil Jaksa Agung. Belum cukup disitu. Selain Durian, nama buah yang digunakan sebagai sandi adalah Apel. Seperti yang terungkap dalam kasus yang sekarang sedang hangat-hangatnya, Wisma Atlet. Nama-nama besar dari partai politik pemenang Pemilu 2009 cukup santer disebut-sebut dalam kasus ini. Dan yang lebih menarik lagi diantaranya adalah penggunaan kata apel Malang dan apel Washington yang kemudian apel Malang diidentikkan sebagai uang rupiah dan apel Washington untuk uang dollar.

Satu hal yang mungkin tidak disadari oleh mereka yang tersangkut dalam kasus tersebut adalah bahwa ruang privat dalam era digital sekarang ini praktis tidak ada. Sehingga jika mengandalkan cara-cara konvensional bisa dipastikan mereka sial. Pesan atau informasi yang disampaikan melalui Short Message Service (SMS), electronic mail (e-mail) bahkan Blackberry Messenger (BBM) pun bisa diketahui bukan saja oleh si penerima pesan tersebut tapi juga oleh pihak operator. Karenanya, dalam hal ini saya mendukung langkah Keminfo yang mendesak pihak RIM selaku operator Blackberry agar mendirikan servernya di Indonesia sekaligus memiliki fasilitasi akses Lawful Interception (penyadapan) bagi penegak hukum.

Satu hal yang hampir terlupakan. Sandi atau kata-kata rahasia juga banyak digunakan oleh para pasangan suami isteri sebagai cara komunikasi langsung yang dijamin tidak bisa disadap atau diretas oleh anak-anaknya. Seperti apa sandi itu ? Cukup anda dan istri anda saja yang tahu.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Pesona Durian dan Apel Washington”

Posting Komentar

Follow Me

Arsip

 

© 2009 Fresh Template. Powered by Blogger.

Fresh Template by NdyTeeN